Contoh Proposal Renovasi Masjid
A. PENDAHULUAN
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ
مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى
الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ
يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid
Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,
serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada
siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang
diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (At
Taubah: 18)
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ
لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ
تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ
يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ
“Janganlah kamu bersembahyang dalam
masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar
takwa (masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu
bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin
membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (At
Taubah: 108)
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى.
وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى. فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى. وَأَمَّا مَنْ
بَخِلَ وَاسْتَغْنَى. وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى. فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى
”Adapun orang yang memberikan hartanya
dan bertakwa, serta membenarkan keyakinan yang benar berikut balasannya,
maka akan Kami mudahkan baginya keadaan yang mudah. Adapun orang yang
bakhil dan merasa dirinya tidak butuh kepada Allah, serta mendustakan
keyakinan yang benar berikut balasannya, maka akan Kami mudahkan baginya
keadaan yang sukar.” (Al-Lail: 5-10)
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا
أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لاَ
بَيْعٌ فِيهِ وَلاَ خُلَّةٌ وَلاَ شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ
الظَّالِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman,
infakkanlah apa yang telah Kami rezekikan kepada kalian sebelum datang
suatu hari yang pada saat itu tidak ada jual beli, tidak ada hubungan
kasih sayang dan tidak ada pula syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah
orang-orang yang dzalim.” (Al-Baqarah: 254)
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan apa pun yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rizki.” (Saba`: 39)
فَاتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ
شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Maka bertakwalah kalian kepada Allah
sekuat kemampuan kalian, dengar dan taatlah kalian kepada-Nya, serta
infakkanlah harta yang baik bagi diri kalian, dan barangsiapa dilindungi
dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
(At-Taghabun: 16)
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ
بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ
رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di
malam dan siang hari secara sembunyi dan terang-terangan, maka mereka
mendapatkan pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap
mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah: 274)
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ
فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اللَّّهُمَّ
أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُوْلُ الْآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ
مُمْسِكًا تَلَفًا
“Tidak ada suatu hari yang dimasuki oleh
seorang hamba, kecuali pada hari itu ada dua malaikat yang turun. Salah
seorang dari mereka berdoa, ‘Ya Allah, berikan ganti pada orang yang
menginfakkan hartanya.’ Yang lainnya berdoa, ‘Ya Allah, berikan
kemusnahan harta pada orang yang tidak mau memberi.” (HR. Al-Bukhari no.
1442)
Asma` bintu Abi Bakr radhiyallahu ‘anha berkata:
قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَالِي مَالٌ
إِلاَّ مَا أَدْخَلَ عَلَيَّ الزُّبَيْرُ، فَأَتَصَدَّقُ؟ قَالَ:
تَصَدَّقِي وَلاَ تُوْعِي فَيُوْعَى عَلَيْكِ
“Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, aku
tidak memiliki harta kecuali apa yang dimasukkan Az-Zubair kepadaku.
Apakah boleh aku menyedekahkannya?’ Beliau bersabda: ‘Bersedekahlah.
Jangan engkau kumpul-kumpulkan hartamu dalam wadah dan enggan memberikan
infak, niscaya Allah akan menyempitkan rizkimu’.” (HR. Al-Bukhari no.
2590 dan Muslim no. 2375)
Membangun masjid adalah pekerjaan pertama
yang Rasulullah SAW lakukan ketika sampai di Madinah. Masjid adalah
sarana utama untuk pemberdayaan masyarakat Islam. Masjid pada masa
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam dan generasi Islam pertama
dijadikan sebagai pusat kegiatan dakwah, sentra pengembangan keilmuan,
membangun pemikiran umat, pendidikan dan sosial. Di sanalah tempat para
sahabat Rasul Shallallaahu ‘alaihi wasallam menimba ajaran-ajaran Islam
dan tempat memecahkan segala urusan mereka sehari-hari. Masjid di masa
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bukan hanya sebagai tempat
penyaluran emosi religius semata, tetapi ia telah dijadikan pusat
aktivitas umat.
Sejatinya sebagai umat Muhammad
Shallallaahu ‘alaihi wasallam, kami mencita-citakan sebuah masjid yang
“sebangun” dengan masjid Rasul tersebut, yakni masjid yang berasaskan
takwa, sebuah tempat menimba ilmu, menyucikan jiwa dan raga, menjadi
tempat yang memberikan arti tentang tujuan hidup dan cara-cara
meraihnya, serta wujud praktek kerja nyata umat sebagai hamba terbaik di
muka bumi. Tentu, kesemua cita-cita di atas akan memerlukan syarat,
yakni adanya bangunan fisik masjid yang representatif, layak dan aman.
Terkait dengan bangunan fisik masjid, saat ini usia masjid sudah hampir 4
tahun, namun ternyata konstruksi kolom dan atapnya sudah pada tahap
kritis menghawatirkan keselamatan jama’ah. Bahkan, siapapun yang
memiliki ilmu kontruksi akan mudah menyimpulkan, dengan satu pertanyaan:
Apakah konstruksi yang ada ini masih bisa menahan beban atap, sekedar
untuk waktu empat bulan ke depan?. Apalagi jika cuaca ditemani hujan,
maka kekhawatiran akan ambruknya atap masjid akan menjadi lengkap.
Oleh karena itu, maksud proposal ini
adalah sebagai langkah awal untuk merenovasi konstruksi kolom dan atap
masjid yang representatif, layak dan aman sehingga cita-cita mewujudkan
masjid sebagai pusat aktivitas keumatan bisa terealisasi, insya Allah.
Tentunya, melalui bantuan para donatur yang kami harapkan bisa
mengulurkan tangannya, membantu pelaksanaan renovasi, baik secara
keseluruhan maupun sebagiannya.
B. TUJUAN
Tujuan dari proposal ini adalah sebagai
media membuka komunikasi dan penggalangan dana untuk renovasi masjid
sebagaimana yang di maksud di atas.
C. ALAMAT MASJID
Alamat Masjid: Fasum Utama Graha Gardenia Extension
Citra Raya Tangerang 15710
Telp. 0813 1782 7997; 0813 81363 496
D. PELAKSANAAN
Kegiatan renovasi dan pembangunan masjid
dilaksanakan oleh tim panitia yang dibentuk warga Graha Gardenia
Extension Cutra Raya. Tahapan pelaksanaan diawali dengan penurunan atap
yang dilanjutkan dengan membuatan kolom-kolom kontruksi dan seterusnya
yang kesemuanya dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan.
Panitia ini juga bertugas untuk menghimpun dana bagi terlaksananya
kegiatan renovasi tersebut.
E. BIAYA
Biaya renovasi masjid diperkirakan
sebesar Rp. 295.842.000,00 (dua ratus sembilan puluh lima juta delapan
ratus empat puluh dua ribu rupiah). Dana ini berasal dari warga
perumahan Graha Gardenia Extension Citra Raya, sumbangan sukarela dan
sumbangan lainnya yang tidak melanggar hukum syara’. Adapun rincian
rencana anggaran biayanya terlampir.
F. PENYALURAN SUMBANGAN
Sumbangan atau bantuan dapat disalurkan melalui panitia dengan alamat:
1. Sigit Purwono
Blok XP.13 No. 21, Telp.: 0812 822 0918
2. Sugiyanto
Blok XP.04 No. 14, Telp.: 0815 996 5282
G. SUSUNAN PANITIA
Susunan Panitia Renovasi Masjid sebagai berikut:
Pelindung : 1. Drs. H. Deni Iskandar, M.Si (Camat Kec. Panongan)
2. H. Syamsuddin (Lurah Kelurahan Mekarbakti)
Penasehat : 1. Ketua RW. 012
2. Ketua Umum DKM Al Imam Al Bukhari
Ketua : Asep Saepulloh, SE
Wk. Ketua : Budi Effendi, SE
Sekretaris : Masduki Asbari, ST
Wk. Sekretaris : Sugino
Bendahara : Sugiyanto
Seksi Penggalangan Dana:
Koordinator Umum : 1. Ubaidillah
2. Sigit Purwono, ST
Koord. RT. 01 : Puji Ari
Koord. RT. 02 : Sutopo
Koord. RT. 03 : Efriyanto
Koord. RT. 04 : Sigit Purwono, ST
Koord. RT. 05 : Syarifuddin
Anggota : 1. Dodi (RT.04)
2. Tulus, ST (RT.05)
3. Suwandi (RT.01)
4. Asep Surasa (RT.02)
5. Agus Susanto (RT.05)
Seksi Teknik:
Koordinator : Panji Abdullah
Wk. Koordinator : M. Mukhlis Kosasih
Anggota : 1. Ikhwan (RT.05)
2. Azhar Ma’syum (RT.01)
Seksi Humas:
Koordinator : Tasim, S.Pd
Wk. Koordinator : Didi, S.Pd (RT.01)
Anggota : 1. Nawawi (RT.04)
2. Azad Zaim (RT.03)
3. Joko (RT.03)
4. JokoB.P. (RT.04)
5. Sunarno (RT.03)
6. Agus Iswadi (RT.02)
H. PENUTUP
Sehubungan dengan hal tersebut di atas,
kami mengajak kepada Bapak/Ibu/Saudara untuk berkenan menyalurkan infaq
dan shadaqahnya kepada pelaksanaan renovasi masjid ini. Semoga apa yang
Bapak/Ibu/Saudara berikan mendapat ridho Allah Subhaanahu wata’aala dan
dibalas dengan pahala yang berlipat sesuai dengan firman Allah
Subhaanahu wata’aala dalam surat Al Baqarah ayat 261:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ
أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ
سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ
يَشَاءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh
orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa
dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir
seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia
kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.”
(Al-Baqarah: 261)
Tangerang, 29 Agustus 2009
Ketua Umum DKM,
Masduki Asbari Amir, ST., MM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar